INI “EFEK RUMAH KACA”..

Efek Rumah Kaca, yang dikenal dengan sebutan ERK adalah sebuah band yang berasal dari Jakarta. Band indie yang satu ini mungkin agak terasa asing di telinga kalian, jarang muncul di kotak provokatif yang disebut Televisi, apalagi di acara-acara musik harian yang tokoh utamanya adalah para penonton..*Hahaha.. Efek Rumah Kaca terdiri dari 3 personel, gag hapal nama lengkapnya, tapi nama panggilannya saya tahu, Cholil sebagai vokalis merangkap gitar, Adrian sebagai pemetik bass, dan Akbar sebagai penggebuk drum.
Awal Maret 2009 saya baru mengetahui kalo di bumi yang luas ini ada salah satu band bernama “Efek Rumah Kaca”. Setelah saya dengar, saya pahami dan saya renungkan *halah*, ternyata lagu-lagu ERK itu bagus. Lirik-lirik dalam setiap baitnya berhasil meracuni otak saya. Tidak usah terlalu lama saya basa basi dan mengalunkan intro, saya memilih beberapa lagu Efek Rumah Kaca yang selalu bisa menjadi inspirasi berharga dan selalu terpampang di urutan teratas playlist di Jet Audio saya. Untuk para teman pencerita, download, dengar, pahami dan renungkan yaa.. hhehe..

Sebelah Mata
Sebelah mataku yang mampu melihat
Bercak adalah sebuah warna warna mempesona
Membaur dengan suara dibawanya kegetiran
Begitu asing terdengar

Sebelah mataku yang mempelajari
Gelombang kan mengisi seluruh ruang tubuhku
Terbentuk dari sel akut
Dan diabetes adalah sebuah proses yang alami

Tapi sebelah mataku yang lain menyadari
Gelap adalah teman setia
Dari waktu waktu yang hilang..

Menjadi Indonesia
ada yang memar, kagum banggaku
malu membelenggu
ada yang mekar, serupa benalu
tak mau temanimu

lekas,
bangun dari tidur berkepanjangan
menyatakan mimpimu
cuci muka biar terlihat segar

merapikan wajahmu
masih ada cara menjadi besar

ada yang runtuh, tamah ramahmu
beda teraniaya
ada yang tumbuh, iri dengkimu
cinta pergi kemana?
memudakan tuamu
menjelma dan menjadi Indonesia

Jangan Bakar Buku
Karena seriap lembarnya, mengalir berjuta cahaya
Karena setiap aksara membuka jendela dunia

Kata demi kata mengantarkan fantasi
Habis sudah, habis sudah
Bait demi bait pemicu anestesi
Hangus sudah, hangus sudah

Karena setiap abunya membangkitkan dendam yang reda
Karena setiap dendamnya menumbuhkan hasutan baka
*saya persembahkan untuk kalian yang sampai saat
Ini masih dan akan selalu mencintai buku sampai mati..

Debu-Debu Berterbangan
Demi masa
Sungguh kita tersesat
Membiaskan yang haram
Karena kita manusia

Demi masa
Sungguh kita terhisap
Ke dalam lubang hitam
Karena kita manusia

Pada saatnya nanti
Tak bisa bersembunyi
Kitapun menyesali, kita merugi
Pada siapa mohon perlindungan
Debu-debu berterbangan

Desember
Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Lagu Kesepian
ku tak melihat kau membawa terang
yang kau janjikan
kau bawa bara berserak di halaman
hingga kekeringan

oh dimana terang yang kau janjikan
aku kesepian
dimana tenang yang kau janjikan
aku kesepian
dimana menang yang kau janjikan
aku kesepian
sepi…

ku tak melihat kau membawa tenang
yang kau janjikan
kau bawa debu bertebar di beranda
berair mata

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa
Akan ke manakah aku dibawanya ?
Hingga saat ini menimbulkan tanya
Engkau dan aku menuju ruang hampa
Tak ada sesiapa hanya kita berdua

Kau belah dadaku mengganti isinya
Dihisap pikiranku memori terhapus
Terkunci mulutku menjeritkan pahit
Uuuuu..

Hingga kau belah rongga dadaku
Mengganti isinya dengan batu
Hingga kau kunci rapat mulutku
Engkau dan aku bumi dan langit

Di Udara
Aku sering diancam
Juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
Sampai dimana kapan?

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti..

Aku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
Dikursilistrikkan ataupun ditikam

Melankholia
Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah

Puisi yang romantik
Menetes dari bibir

Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah

Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati

.kamis. 10:24. 26 Mei 2010.

________________________________________________________

untuk para teman pencerita yang pengen dengerin lagunya ERK, bisa didownload disini :

ERK – Sebelah Mata

ERK – Menjadi Indonesia

ERK – Jangan Bakar Buku

ERK – Debu-Debu Berterbangan

ERK – Desember

ERK – Lagu Kesepian

ERK – Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

ERK – Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa

ERK – Di Udara

ERK – Melankholia

Selamat mendengarkan,  semoga bisa menjadi inspirasi berharga bagi kalian..  🙂

Advertisements

8 thoughts on “INI “EFEK RUMAH KACA”..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s